Naif Al’as | What Did I Write?

Pemikiran Amatir Seorang Naif

Problem Internet Indosat Starone

with 52 comments

Internet via Indosat Starone sudah saya pakai sejak pertengahan 2005. Dari masa unlimited sampai dengan pembatasan pemakaian sebesar 1 GB perbulan. Saya tetap memakainya, karena pada awalnya koneksi internet Starone ini bagus sekali kualitasnya. Sehingga saya pun sampai merekomendasikan kepada keluarga dan kawan-kawan saya.

Masalah muncul dalam 1,5 tahun belakangan, ketika Starone yang biasa saya pakai di rumah mulai bermasalah dipenerimaan sinyal. Saya sudah coba komplain ke pihak Indosat (Starone), dan seperti biasa saya pun mendapat jawaban standar “akan diteruskan ke bagian terkait”.

Sampai suatu saat, akhirnya mereka pun mengakui memang Starone di daerah tempat tinggal saya bermasalah (Petamburan, Jakarta Pusat) dengan sinyal. Lalu mereka juga menjelaskan, bahwa BTS yang bersangkutan  tanggung untuk diperbaiki karena ketika itu, dalam waktu yang tidak lama lagi, Starone akan pindah frekuensi.

Sementara di Kantor saya (Slipi, Jakarta Barat) tidak ada masalah . Walaupun kualitas internetnya sudah tidak seperti awal saya pasang (berkurang sekitar 50%). Saya pun mencoba bersabar sambil berharap bahwa nanti ketika sudah rampung perpindahan frekuensi, akan ada perubahan signifikan dari kualitas internet tersebut.

Kini, ketika Starone sudah berpindah frekuensi (dari 1900 Mhz) ke 800 Mhz, dan saya juga sudah mengganti perangkat saya seperti yang disarankan oleh pihak Indosat. Namun yang saya dapat malah koneksi internet yang lebih parah. Padahal sinyal yang ada sudah bagus, tapi internetnya bermasalah. Contohnya, untuk membuka http://www.gmail.com pun saya merasa kesulitan. Harus diulang berkali-kali. Hitungan pemakaian adata terus berjalan, tetapi hasil yang saya dapat tidak ada. Ini merupakan kerugian  untuk saya, secara finansial, waktu, dan tenaga. Dan bukan tidak mungkin, ada banyak pelanggan Starone yang menggunakan fasilitas internet ini bernasib sama.

Sekarang ketika pihak Indosat Starone sedang gembar-gembor promosi (bahkan menurunkan tarif internet bulanannya), tetapi infrastrukturnya tidak dipersiapkan dengan baik. Hal ini tentunya pasti menjadi preseden buruk bagi pihak Indosat Starone.

Written by Naif Al'as

Friday, 15 February 2008 at 10:04

Blog Milik Dian Sastrowardoyo

with 7 comments

Tambah satu lagi selebritis Indonesia yang membuat blog. Dia adalah Dian Sastrowardoyo. Blog yang baru berumur seminggu itu, sudah terdapat lima tulisan. Terakhir adalah mengenai lumpur Lapindo.

Selamat datang di dunia blogging, Dian. Salurkanlah hasrat menulis kamu melalui blog!

via blog Benny Chandra

Written by Naif Al'as

Wednesday, 30 January 2008 at 19:11

Posted in blog, blogger, internet

Breaking News, HM Soeharto Meninggal Dunia

with 3 comments

Mantan Presiden RI pertama kedua, HM Soeharto, meninggal dunia pada pukul 13:10 WIB. Seperti yang diberitakan paling pertama di Metro TV.

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ

Innalillahi wa innalillahi roji’un.

Written by Naif Al'as

Sunday, 27 January 2008 at 13:45

Poliandri Vs Poligami

with 17 comments

POLIANDRI or POLIGAMI

Waktu itu lagi asiik ngbrol ama temen gue, cewek
yang rencananya mau nikah bulan2 ini …
sampe akhirnya ngomongin tentang poligami ….
komentarnya memang agak nyebrang … malahan jadi
ngebahas poliandri…..

katanya gini nih …

“Menurut daku, yang diperlukan oleh seorang
anak bukanlah siapakah
lelaki yang menyumbangkan seciprat sperma untuk
membuat dirinya, tapi
siapakah yang berperan sebagai sosok seorang ayah
sesungguhnya dalam pertumbuhannya.

Justru dengan sistem 4 ayah 1 ibu, anak-anak
diuntungkan karena lebih banyak yang melindungi mereka jika ada apa-apa.
Bahkan mungkin ada baiknya jika ke-empat ayah tersebut mengatur shift
kerja mereka sehingga setidaknya ada 1 ayah yang selalu berjaga di rumah
setiap saat. Menjaga keluarga dari marabahaya. (Misal: Kalau ada
perampok yang masuk rumah, setidaknya ada seorang lelaki dewasa yang akan
melindungi ibu dan anak-anaknya)

Selain itu, 4 ayah berarti adanya 4 tulang
punggung keluarga. (EMPAT saudara-saudara! ! E-M-P-A-T!! bukan 1 atau 2 atau
3, tapi EMPAT sumber pemasukan keluarga!!) Jadi secara keseluruhan,
kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik.

Biaya perawatan anakpun lebih terjamin. Jika yang
1 terkena PHK, masih ada 3 lainnya yang bekerja. Tentunya yang terkena
PHK itu juga akan merasa gengsi dan malu terhadap 3 suami lainnya,
sehingga ia akan berusaha mendapatkan kerja secepatnya.

Poliandri juga baik untuk mengurangi jumlah
penduduk. Sebab, walaupun ada 4 pejantan yang siap membuahi, tapi pabrik
anaknya cuma 1!! Jadinya ya dalam jangka panjang akan mengurangi jumlah
penduduk dan anak-anak yang dibuat pun diharapkan lebih “berkualitas”
.. (Ya itulah, karena biaya perawatan anak datang dari 4 sumber
pemasukan) Intinya: turunkan kuantitas, naikkan kualitas!!

Kalau poligami bisa mengakibatkan persaingan di
antara para istri dan anak-anaknya, poliandri mungkin bisa memberikan
efek perdamaian. Sebab pada saat seorang anak tidak jelas siapa ayahnya
(Pokoknya di antara 4 itu! Eh, diluar 4 itu juga bisa ding), maka para
ayah akan tetap memberikan perhatian kepada si anak. Masing-masing
ayah akan menganggap anak tersebut adalah anaknya. (Kalau di
poligamikan, bisa ada resiko setiap anak membangga-banggakan ibunya doang dan
menjelekkan ibu dari anak yang lain)

Para ayah tersebut punya teman untuk ngobrol malam-malam, teman
untuk main catur, main panco (Kalau mau juga bisa buat
turnamen kecil- kecilan) ataupun main kartu (Pas 4 orang! Cocok
buat maen capsa, maen mahjong juga bisa). Nonton bola di rumah pun
menjadi lebih semarak!

Dengan sistem 4 suami pula para pria bisa belajar
menekan rasa egoisnya dengan saling berbagi, bertoleransi dan bersabar.
Ingat, Tuhan suka orang sabar.

Rewelnya istri pun menjadi lebih berkurang.
Bayangkan jika seorang suami punya 4 istri. Maka dalam 24 jam, akan ada 4 orang
istri yang berpotensi untuk mengomel dan mengeluh di kuping suami. Tapi
JIKA 4 suami 1 istri, maka rata-rata kemungkinan masing-masing suami
di-rese- in istri adalah maksimal 6 jam sehari. (Dengan asumsi ngawur bahwa
sang istri mengomel selama 24 jam non-stop)

Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika umur
harapan hidup pria lebih pendek. Jadi, setidaknya jika seorang suami mati,
sang istri tidak akan langsung menjadi janda, masih ada 3 orang suami
yang menemani.
Sementara jika sang istri yang mati, maka para
suami bisa memilih untuk segera kawin lagi atau menjomblo. (Point bebek di
sini: Kalau seorang wanita menjadi janda, maka ia lebih sulit untuk
mencari suami daripada seorang duda mencari istri)

Sekarang mari kita tinjau dari sudut seksualitas.
Sudah menjadi keluhan umum di rubrik konsultasi kalau banyak wanita
gagal mencapai orgasme karena suami cepat selesai atau tidur begitu saja
setelah mencapai puncak. Padahal pada umumnya, wanita itu lebih
lambat panas daripada pria.

Nah. dengan adanya 4 suami, maka suami-suami
tersebut bisa ber- estafet ria. Jika istri lambat panas dan blum panas-panas
juga, maka jangan kuatir, masih ada rekan anda yang akan meneruskan
perjuangan membawa istri menuju ke puncak kenikmatan. (Menuju puncak,
gemilang cahaya, mengukir cinta, SEJUTA RASA.. Kyaaaaaaa.!! )

Poliandri secara sekilas juga sesuai dengan kodrat
seks manusia. Laki-laki pada umumnya hanya dapat orgasme 1 kali lalu
keabisan tenaga,sementara wanita bisa orgasme berkali-kali, bahkan
organ seksualnyapun tidak usah membutuhkan persiapan terlalu banyak
seperti halnya laki-laki. ( Kan
harus nungguin Joy-sticknya berdiri dulu.)

Jika wanita berhalangan pun (Entah apapun
alasannya.), laki-laki bisa dengan mudah swalayan karena organ seksnya terbuka
dan menggantung di luar tubuh. (Tidak seperti perempuan yang organnya
lebih tersembunyi, jadi lebih ribet kalau mau swalayan)

Akhir kata, saya menyimpulkan (lagi-lagi) secara
SEPIHAK bahwa poliandri “lebih baik” daripada poligami.”

Nah loh …………
Ada pepatah mengatakan ;

” Laki2 seperti botol coca cola : biar isi
berceceran dimana2 yang penting botol dipulangin”.

” Perempuan seperti kulkas : biarpun gak
kemana2, tapi dpt menyimpan beberapa botol sekaligus di dalam nya”.

PS: Didapat dari mailing list lapanpuluhan (80an), tanpa diedit.

Update, 6 Maret 2008:

Artikel ini milik bebekrewel.com. Terima kasih atas koreksi yang punya artikel.

Written by Naif Al'as

Friday, 25 January 2008 at 13:08

Posted in Humor, Sehari-hari

Speed Test Error

with 6 comments

 Saya iseng melakukan tes kecepatan di situs telkomspeedy.  Saya memilih yang Jakarta I, hasilnya normal. Lalu saya pilih yang Jakarta II hasilnya seperti gambar di bawah. Hahahaha. I wish I had that speed for real. :p

Oh ya, koneksi internet saya menggunakan CDMA Starone. Yang notabene, secara teori hanyalah 153 kbps.

Written by Naif Al'as

Saturday, 19 January 2008 at 02:01

Posted in Humor, internet

Politik Tempe/Tahu

with 3 comments

Tempe/tahu makanan utama sebagian rakyat (terutama yang di pulau Jawa). Hati-hati pemerintah, kalian bisa kesandung karena masalah kedelai ini. Rakyat bisa mengamuk kalau sampai urusan perut yang paling akhir menghilang dari peredaran karena mahalnya bahan dasar pembuatan tempe/tahu.

Written by Naif Al'as

Tuesday, 15 January 2008 at 13:06

Berita Penipuan Ala Telkom Mengenai Produk Telkomnet Instan

with 16 comments

Sekitar dua hari yang lalu saya membaca suatu berita di situs resmi telkom mengenai “Paket Telkomnet Instan Hemat”. Disana dijelaskan, mulai bulan Januari 2008 akan ada paket dan harga hemat untuk pengguna Telkomnet Instan.

tabel harga & paket telkomnet instan

Tetapi diberita tersebut tidak dijelaskan untuk pelanggan divre (daerah pembagian Telkom) mana. Jadi asumsi saya (dan mungkin semua orang yang baca berita tersebut) adalah untuk semua pelanggan telkom. Hal itu diperjelas juga dengan pernyataan telkom:

Dalam rangka untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk TELKOMNet Instan, maka pada Januari 2008 akan diluncurkan ”Paket TELKOMNet Instan Hemat”

Akhirnya, hari ini saya mencoba menelpon ke 147 untuk menanyakan hal tersebut dan juga dengan maksud awal untuk menanyakan prosedur jelas tentang pendaftaran untuk pemakaian paket tersebut. Karena terus terang, di zaman yang langka akan koneksi tidak terbatas yang lumayan murah di Indonesia, paket tersebut cukup menarik untuk saya. Walaupun hanya kecepatan dial-up ala Telkom.

Oleh operator 147 tersebut, dijelaskan bahwa program tersebut hanyalah untuk divre VII (daerah Indonesia Timur seperti Jayapura dan sekitarnya, sebagaimana dicontohkan oleh operator 147 tersebut). Bukan untuk divre-divre lainnya, termasuk Jakarta yang berada di divre II.

Kenapa saya menyebutnya itu sebagai berita penipuan ala Telkom? Karena, jelas-jelas berita yang dicantumkan di situs resmi Telkom tersebut benar-benar menyesatkan dan menipu orang-orang yang membaca dan kemudian tertarik.

Telkom oh Telkom, kapan akan berubah?

Gambar diambil dari Telkom.net

*Update*

Daftar Divre (divisi regional) Telkom (dari wikipedia):

  • Divre I     : Area Sumatera
  • Divre II   : Area Jakarta
  • Divre III : Area Jawa Barat & Banten
  • Divre IV  : Area Jawa Tengah & Yogyakarta
  • Divre V    : Area Jawa Timur
  • Divre VI  : Area Kalimantan
  • Divre VII : Area Indonesia Timur

Written by Naif Al'as

Saturday, 5 January 2008 at 14:49