Naif Al’as | What Did I Write?

Pemikiran Amatir Seorang Naif

Archive for October 2006

Keanehan Pada Yahoo Messenger v8.0.0.716

with 8 comments

YM yang aneh


Coba diperhatikan gambar diatas, lihat kedua window dari ym tersebut (yang satu conference, yang satu lagi private message).

Written by Naif Al'as

Sunday, 15 October 2006 at 05:16

Pelajaran Yang Terus Berulang Dalam Kehidupan

with one comment

Dalam dunia kehidupan ini sudah pasti setiap anak manusia (bahkan setiap makhluk) akan mengalami proses pembelajaran, entah itu berupa formal atau non formal. Ketika masih dalam rahim sang ibu, proses belajar pun juga terjadi. Bagaimana cara komunikasi dengan sang calon ibu, itu juga merupakan pembelajaran.
Lalu ketika lahir ke dunia ini, sang anak pun belajar untuk mencari penghidupan dengan cara bernafas dan melepaskan suara untuk yang pertama kali di dunia ini baginya. Lalu sang ibu mengajari nya bagaimana caranya makan serta minum, yang nanti akan menjadi naluri kuat dari sang anak ketika dia lapar atau haus maka dia akan menangis dan dapatlah dia pelajaran hidup yang kedua. Lalu, berikutnya bagaimana cara dia mengenali orang yang sering dilihatnya (Mostly, sang ibu), itu pelajaran ketiga. Kelanjutannya adalah bagaimana dia belajar menyebutkan nama yang diajarkan oleh ibunya, itulah pelajaran ke empat. Kemudian setelah kurang lebih satu tahun, dia akan belajar berjalan yang dimulai dari merangkak, inilah pelajaran yang kelima baginya ketika sang anak sudah dapat berdiri dan berjalan serta berlari. Dilanjutkan dengan pelajaran keenam, yaitu bagaimana sang anak belajar dalam pendidikan formal berupa sekolah tingkat dasar (TK dan SD), tingkat menengah (SMP dan SMU) serta tingkat tinggi (D1 sampai S3). Pada pelajaran ketujuh, bagaimana memasuki tahap pendewasaan diri. Kedelapan, proses komunikasi dengan lingkar luar yang sangat luas (bukan keluarga).
Kesembilan dan Kesepuluh adalah pelajaran untuk bertahan dalam kehidupan dengan bekerja dan membina keluarga untuk mengajari anak seperti mereka sebelumnya.
Dalam kehidupan ini proses-proses ini tidak pernah berhenti berulang, bahkan akan terus menerus berulang dan berulang (looping process). Makna dari ke 10 proses pembelajaran tersebut adalah :

  1. Pelajaran pertama, bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang terdekat kita (keluarga) dengan baik
  2. Pelajaran kedua, bagaimana cara menjaga jalinan hubungan yang sudah kita bina dengan tidak mengacuhkan orang-orang terdekat kita tersebut.
  3. Pelajaran ketiga, bagaimana cara memperhatikan orang-orang disekitarnya tersebut (keluarga).
  4. Pelajaran keempat, bagaimana cara menjalin silaturahmi keluarga dengan cara sering komunikasi dengan mereka, semakin sering maka kita akan semakin dekat.
  5. Pelajaran kelima, bagaimana cara berjalan dengan keluarga dengan kondisi perlahan-lahan sehingga mereka akan sama-sama maju dan tidak ada yang tertinggal.
  6. Pelajaran keenam, bagaimana cara membudidayakan keluarga dengan ilmu, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan sehari-hari.
  7. Pelajaran ketujuh, bagaimana cara menyikapi masalah-masalah dalam kehidupan, baik yang menyangkut diri sendiri, keluarga atau pun pihak luar.
  8. Pelajaran kedelapan, bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan orang diluar keluarga.
  9. Pelajaran kesembilan, bagaimana cara menyusun rencana untuk pembentukan generasi selanjutnya (regenerasi).
  10. Pelajaran kesepuluh, bagaimana cara mengajari generasi penerus kita dengan proses pelajaran pertama.

Itulah 10 looping process dalam kehidupan kita ini, hal ini sama juga dengan rantai makanan pada kehidupan binatang. Seandainya ada satu rantai yang kita potong, maka semakin lama akan semakin punah kehidupan binatang tersebut. Begitu pula dengan proses pembelajaran kehidupan itu, janganlah ada yang terlewatkan atau terputuskan karena akan menghancurkan generasi-generasi penerus kita. Bukankah kita ingin sesuatu yang lebih baik untuk masa depan daripada yang sudah ada saat ini.

Written by Naif Al'as

Sunday, 15 October 2006 at 03:12

Posted in Opini, Sehari-hari

Kecewa Dengan Merk ZTE

with 17 comments

Oh maaf, kami sudah tidak menangani produk ZTE yang dipakai untuk FWP starone lagi. Sekarang kami hanya menangani tipe Stylo.
Coba bapak ke ruko seberang, ruko Sanextel. Mungkin mereka bisa membetulkan.

Secara kronologis saya jelaskan, bahwa produk FWT (Fixe Wireless Terminal) atau kadang juga disebut FWP (Fixed Wireless Phone) merk ZTE kepunyaan saya mengalami masalah dengan soket tempat colokan kabel data yang menjadi jalur hubungan FWP tersebut dengan komputer saya. Saya jelas-jelas tahu bahwa produk ini sudah tidak garansi lagi karena sudah lewat dari 1 tahun. Produk ini saya pakai dengan alasan yang paling utama adalah untuk melakukan koneksi internet via starone. Sejak hari Jumat tanggal 29 September 2006 kemarin, karena masalah tersebut saya tidak bisa lagi memakai produk ini untuk sambungan internet. Hari itu juga saya telepon ke CSO (Customer Service Operator) nya starone untuk menanyakan informasi tentang problem saya ini.
Terus terang saya merasa takut,karena bukannya apa-apa. Saya ini pelanggan pasca bayar, dan FWP tersebut nomornya inject. Jadi saya takut FWP saya sembarangan dipakai teleponnya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab kalau saya membawanya ke tempat-tempat sembarangan. Oleh karena itu saya memutuskan untuk membawanya pertama kali ke pihak starone (galeri Indosat di Roxymas). Ternyata pada awalnya mereka tidak bisa membantu apa-apa karena FWP saya sudah lewat masa garansi nya, dan saya dianjurkan untuk membawanya ke tempat nya ZTE yang hanya beberapa blok ruko dari galeri Indosat tersebut.
Singkat kata, yang diatas itulah kata-kata yang saya terima dari tempat (service center?) ZTE di daerah Roxymas. Saya benar-benar merasa kecewa. Bagaimana tidak, ada beberapa alasan yang membuat saya kecewa. Pertama, tempat itu jelas-jelas adalah tempat nya ZTE, tetapi mereka beralasan sudah tidak menangani produk ini lagi yang notabene hanya baru 1 tahun 3 bulan saya pakai (sejak Juni 2005). Kedua, dengan se-enaknya mereka menganjurkan saya untuk membetulkan pesawat telepon saya yang rusak ke perusahaan merk lain (Sanextel), yang mana sudah jelas-jelas produk yang saya punya adalah ZTE.
Saya benar-benar kecewa dan kesal dengan pihak ZTE. Akhirnya saya kembali lagi ke galeri Indosat dengan maksud mau meminta info lagi dan alternatif lain agar bagaimana caranya FWP saya ini bisa di servis. Karena menurut saya, pihak Indosat secara tidak langsung juga terlibat dan bertanggung jawab atas informasi tersebut. Pertama, karena saya mendapatkan FWP tersebut dari Indosat, dan Indosat mengeluarkan produk tersebut atas kerjasama dengan pihak ZTE. Kedua, karena saya adalah pelanggan pasca bayar Indosat Starone.
Sebenarnya saya tidak menyalahkan pihak Indosat, karena itu saya hanya meminta info saja. Dengan koorporatif, mereka membantu saya. Maksud awal saya hanyalah cuma untuk mengetahui dengan pasti alternatif tempat servis resmi ZTE. Setelah disuruh menunggu sekitar 15 menit, akhirnya mereka memberikan solusi kepada saya. Mereka bersedia membantu saya untuk mencoba membawa FWP saya ke Indosat pusat untuk diperbaiki dan apabila ada biaya yang harus saya keluarkan saya minta tolong agar dikonfirmasi ke saya terlebih dahulu.
Saya benar-benar salut dengan pihak Indosat dalam hal ini, karena walaupun garansi saya sudah habis, tetapi mereka masih mau mencoba membantu saya. Walaupun saya juga tidak berharap banyak (saya tahu diri, garansi saya sudah habis). Dan kepada pihak ZTE, saya benar-benar KECEWA !!!

Written by Naif Al'as

Wednesday, 4 October 2006 at 14:46