Naif Al’as | What Did I Write?

Pemikiran Amatir Seorang Naif

Archive for the ‘Kehidupan’ Category

Breaking News, HM Soeharto Meninggal Dunia

with 3 comments

Mantan Presiden RI pertama kedua, HM Soeharto, meninggal dunia pada pukul 13:10 WIB. Seperti yang diberitakan paling pertama di Metro TV.

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ

Innalillahi wa innalillahi roji’un.

Written by Naif Al'as

Sunday, 27 January 2008 at 13:45

Politik Tempe/Tahu

with 3 comments

Tempe/tahu makanan utama sebagian rakyat (terutama yang di pulau Jawa). Hati-hati pemerintah, kalian bisa kesandung karena masalah kedelai ini. Rakyat bisa mengamuk kalau sampai urusan perut yang paling akhir menghilang dari peredaran karena mahalnya bahan dasar pembuatan tempe/tahu.

Written by Naif Al'as

Tuesday, 15 January 2008 at 13:06

Cerita Dari Pesta Blogger 2007 & Kopdar Kampung Gajah

with 7 comments

Tulisan ini memang sudah terlambat. Seharusnya saya sudah menulis ini sejak 1 minggu yang lalu. Namun karena bermasalah dengan koneksi ke WordPress, maka tulisan ini baru hari ini saya buat.

Rupanya Pesta Blogger 2007 ini cukup berkesan untuk saya. Karena selain turut serta dalam acara yang besar untuk blogger Indonesia ini, saya juga bertemu muka dengan sebagian anggota dari Kampung Gajah, yaitu semua milis yang bernama Id-Gmail. Selama ini saya hanya tahu mereka melalui milis tersebut.

Alhasil, Pesta Blogger 2007 itu sendiri menjadi tambah heboh dengan kehadiran komunitas ini. Jumlah yang cukup banyak dibanding dengan komunitas lain yang datang, dan tentunya keceriaan yang sangat positif yang ditunjukkan oleh anggota dari Kampung Gajah ini.

Pesta Blogger 2007 dihadiri tidak kurang dari 470 orang, dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang datang dari negara tetangga. Diawali dengan pembukaan oleh ketua panitia PB 2007, Enda Nasution. Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Kominfo, M. Nuh. Setelah itu, berbagai macam session dilakukan, dari obrolan tentang iklim blog di Indonesia sampai dengan pemilihan blog-blog favorit.

Sore harinya, saya ikut berkopdar halal bi halal dengan Kampung Gajah ke rumah Heri di bilangan Tanah Abang. Jarak yang tidak begitu jauh di tempuh hanya dengan berjalan kaki oleh sebagian dari kami. Namun ada juga yang sial, karena harus tersasar ke tempat lain yang sebenarnya tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal Heri. Mungkin juga disebabkan oleh mis-komunikasi. Tapi sudahlah, saya tidak akan menyebut nama-nama mereka yang tersasar.
Di rumah tersebut dipenuhi oleh 30 orang Gajah-gajah (sebutan untuk anggota Kampung Gajah). Kami berkumpul sampai kira-kira pukul 19:00.

Setelah dari tempat Heri, kami (ada juga yang tidak) meluncur ke Apartement Semanggi di Slipi untuk makan. Saya yang kebetulan harus menghadiri resepsi teman pada pukul 20:00, harus berpisah setelah menunjukkan arah ke tempat tersebut kepada beberapa orang dalam 1 mobil. Setelah itu langsung pulang ke rumah, yang kebetulan tidak terlalu jauh.

Pulang kondangan, saya kembali ke tempat itu (Apt. Semanggi), tepatnya di kamar Pak Andika. Dan berkumpul kembali sampai tengah malam.

Terima kasih untuk panitia PB 2007 yang sudah bersusah payah untuk memfasilitasi acara ini. Serta terima kasih untuk Heri, Pak Andika dan seluruh anggota Kampung Gajah.

Sampai jumpa di Pesta Blogger berikutny (mudah-mudahan terselenggara kembali tahun depan).

Powered by ScribeFire.

Written by Naif Al'as

Tuesday, 6 November 2007 at 00:21

Akan Ada Marlboro Kretek Di Indonesia

with 7 comments

Menurut berita dari Bloomberg, akan ada Marlboro Kretek di Indonesia mulai tanggal 9 Juli 2007. Hal ini sedikit menarik, karena selama sepengetahuan saya, belum ada produk Marlboro yang kretek (terutama di Indonesia). Saya sebagai perokok Marlboro (Lights), tentunya sedikit penasaran untuk mencoba “seperti apa sih rasa Marlboro kretek ini?”. Dan dengan harga jual yang dipatok sebesar Rp. 7000.

Namun, kadar nikotin dan tar-nya besar sekali menurut saya. Kadar nikotin Marlboro kretek ini 1.8 mili gram dan kadar tar-nya sebesar 30 mili gram. Saya yang terbiasa dengan Marlboro Lights yang berkadar nikotin sebesar 0,8 mili gram dan tar sebesar 9 mili gram, mungkin akan terasa berat. Tapi untuk sekedar mencoba, boleh saja lah. Mudah-mudahan tidak membuat saya menjadi tambah kecanduan dalam merokok. Karena saya sendiri berusaha untuk mengurangi konsumsi rokok.

Seorang analis dari PT. First State Investment, Rezza Zulkasi, mengatakan bahwa ini adalah sebuah hal yang unik, mengejutkan, dan strategi yang bagus, dengan alasan bahwa orang Indonesia tertarik dengan merk internasional dengan rasa lokal.

Jadi, sepertinya memang strategi yang bagus dan unik untuk merebut pangsa pasar rokok kretek di Indonesia yang selama ini dikuasai oleh Gudang Garam International dan Djarum Super.

(via blog Enda Nasution)

Update:

  • 5 November 2007, Harga jual dipasaran Rp. 7.000,-
  • 5 November 2007, Saya kurang suka dengan rokok ini karena terlalu manis.

Written by Naif Al'as

Friday, 22 June 2007 at 18:24

Negara Tanpa Bendera

with 4 comments

Pernahkah Anda mendengar istilah “Negara Tanpa Bendera” yang berkembang di masyarakat ? Istilah tersebut ada karena melihat kondisi suatu tempat/daerah yang hampir tidak pernah terjamah oleh hukum resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maksudnya adalah, suatu tempat/daerah yang mana kejahatan atau kebebasan yang terjadi disana tidak pernah terlihat (pura-pura tidak lihat?) oleh penegak hukum .
Mungkin dibawah ini bisa saya tuliskan tempat-tempat yang menurut saya sebagai tempat Negara tanpa bendera.

1.   Jakarta Pusat,  sekitar pasar Tanah Abang

  • Banyak terjadi pungli (pungutan liar)
  • Tempat prostitusi (daerah Bongkaran)
  • Narkoba bebas beredar
  • Minuman keras bebas beredar seperti air mineral
  • dsb.

2.   Jakarta Barat, sekitar Kota

  • Prostitusi berkembang dengan marak
  • Perjudian yang “legal”
  • Salah satu pusat penjualan cd/vcd/dvd bajakan terbesar (Glodok & Mangga Dua)
  • Narkoba bebas beredar (yang terbanyak ada di diskotik)
  • dsb.

3.   Jakarta Timur, sekitar pasar / stasiun Jatinegara

  • Kendaraan umum ugal-ugalan
  • Kendaraan umum berhenti dan menunggu penumpang (ngetem) di sembarang tempat
  • Tempat prostitusi
  • Tempat Perjudian
  • dsb.

4.   Jakarta Utara, sekitar pelabuhan Tanjung Priok

  • Banyak pungutan liar
  • Salah satu gerbang masuknya barang-barang ilegal ke Jakarta
  • Berlakunya hukum rimba, siapa kuat dia menang
  • Tempat prostitusi
  • Tempat perjudian
  • Narkoba bebas beredar
  • dsb.

5.   Jakarta Selatan, sekitar Blok M

  • Narkoba bebas beredar
  • Tempat prostitusi
  • dsb.

Tempat-tempat di atas baru merupakan yang sepengetahuan saya saja, dan hanya di Jakarta saja. Bukan tidak mungkin daftar tersebut bertambah (Jakarta). Dan juga untuk di luar Jakarta, saya rasa banyak sekali tempat / daerah Negara tanpa bendera tersebut.

Kalau ada yang bisa menambahkan, nanti saya akan update tulisan ini.

Written by Naif Al'as

Monday, 11 June 2007 at 10:40

Posted in Kehidupan, Kritik, Opini

Teman Yang Baik, Lebih Dari Segalanya

with 11 comments

Setiap orang pasti mendambakan hidup yang tenang, tentram, sejahtera, dan sebagainya. Namun terkadang ada juga yang berdasarkan penilaian materi (uang, dan lain-lain). Sebenarnya, semua itu tidak cukup kalau kita hidup enak tapi dalam kesendirian. Yang kita butuhkan sebagai hal yang utama adalah memiliki teman yang baik untuk kita.

Teman yang baik akan memenuhi semua hal yang kita harapkan. Segala faktor yang berhubungan dengan hidup yang enak akan juga terpenuhi, karena dengan teman baik kita akan saling memenuhi. Teman baik itu bukan hanya sebagai teman saja, bisa juga suami atau istri kita. Bisa juga kalau kita sudah memiliki anak yang berusia dewasa, anak itu sebagai teman kita.

Semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi teman baik itu, utamanya adalah komunikasi. Dengan komunikasi itu kita bisa berinteraksi secara baik dengan orang yang menjadi teman baik kita. Dengan demikian, terciptalah kondisi seperti yang kita harapkan itu.

Namun jangan sampai salah memilih teman (terutama teman hidup). Salah-salah malah akan menjerumuskan kita kedalam lubang yang didalamnya kita terperangkap. Ketika kita sudah menyadari, bisa jadi hal itu sudah terlambat.

Apakah saya sudah menjadi teman baik untuk Anda?

Written by Naif Al'as

Monday, 28 May 2007 at 22:51

Golongan Darah.Net

with 3 comments

Golongan Darah.net adalah salah satu alternatif bagi kita yang suka mendonorkan darah kita untuk sesama. Ide mengelompokkan orang yang memiliki darah berdasarkan golongan nya (A, B, AB, O) sangat bagus. Ketika PMI kekurangan stok darah, maka kita bisa mencari mereka yang sudah terdaftar pada situs ini untuk dimintai kesediaannya mendonorkan darahnya. Pengelompokkan berdasarkan daerah tempat tinggal pun ada. Apalagi dijaman epidemik Demam Berdarah Dengue (DBD) ini, PMI sepertinya tidak dapat mencukupi permintaan darah untuk pasien.

Sampai tulisan ini dimuat, sudah ada 233 orang bergolongan darah A yang terdaftar, 156 bergolongan darah AB, 304 bergolongan darah B, 428 bergolongan darah O. Apakah anda sudah terdaftar?

Written by Naif Al'as

Monday, 28 May 2007 at 14:56

Posted in internet, Kehidupan