Naif Al’as | What Did I Write?

Pemikiran Amatir Seorang Naif

Archive for the ‘Olahraga’ Category

Stasiun TV Lokal Tidak Mengambil Hak Siar Liga Inggris 2007/2008 ?

with 199 comments

Dari kabar yang saya dengar, pihak stasiun televisi Trans 7 sepertinya sudah hampir pasti tidak mengambil membeli hak siar Liga Inggris (English Premier League – EPL) musim 2007/2008. Menurut beberapa sumber, penghentian ini terjadi karena salah satunya adalah masalah harga hak siar yang terlalu mahal. Sehingga, ongkos produksi untuk siaran EPL setiap minggu di Trans 7 tidak tertutupi oleh uang yang masuk dari pihak sponsor. Selain itu, ada juga masalah pengaturan program yang sedikit menimbulkan kekacauan dibagian programming Trans 7. Ketika jadwal siaran EPL ini molor sedikit, maka akan sedikit kacau di bagian programming Trans 7 tersebut (karena siaran EPL ini bersifat siaran langsung). Namun, tetap yang jadi isu utama adalah masalah biaya produksi itu.

Lalu stasiun TV lokal yang mana yang akan membeli hak siar EPL 2007/2008 ini?Rumor yang beredar di forum-forum Indonesia, khususnya forum sepakbola, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu :

  1. Pihak RCTI sedang menegosiasi untuk pembelian hak siar ini.
  2. Pihak SCTV sedang menegosiasi untuk pembelian hak siar ini.
  3. Pihak ANTV (yang sahamnya sudah dibeli oleh pihak Star TV), yang disebut-sebut akan mengambil alih penyiaran EPL musim depan, malah tidak terdengar.
  4. Pihak Lativi juga disebut-sebut akan mengambil hak siar EPL musim depan ini karena faktor yang sama seperti ANTV (saham dibeli oleh Star TV).
  5. Pihak ASTRO Indonesia (TV berbayar, TV kabel) juga disebut-sebut akan mengambil hak siar ini.
  6. Hak siar akan tetap ada di ESPN (berarti untuk televisi berbayar di Indonesia tidak hanya Astro Indonesia saja yang bisa menayangkan EPL 2007/2008). Hal ini bisa dilihat dari penayangan iklan siaran EPL di ESPN musim depan (mulai 11 Agustus 2007) – Info dari Budi Iskandar via Andhika Suksmana (Presiden Big Reds, Indonesia’s Official Liverpool FC Supporters Club) .

Dari rumor-rumor tersebut, sampai saat ini saya belum mendapatkan kepastian mengenai stasiun tivi mana yang akan membeli hak siar EPL 2007/2008. Mudah-mudahan saja salah satu televisi lokal tetap membeli hak siar tersebut, karena EPL sendiri sudah menjadi salah satu tontonan wajib untuk pencinta sepakbola di Indonesia. Khususnya saya dan kawan-kawan di Big Reds sebagai pencinta klub Liverpool FC. Karena selain menyalurkan hobi, bisa juga sebagai alternatif tayangan bila dibandingkan dengan tayangan-tayangan televisi lokal yang tidak bermutu seperti sinetron, gosip, dan sebagainya.

Apakah diantara Anda ada yang tahu informasi mengenai pembelian hak siar EPL musim 2007/2008 oleh stasiun televisi lokal?

Update:

  • 24 Juli 2007 – Pihak Trans 7 sudah dipastikan tidak membeli hak siar EPL 2007-2008 dan pihak LaTivi belum pasti membeli hak siar EPL 2007-2008.
  • 24 Juli 2007 – Kemarin buku panduan acara (jadwal acara) Astro untuk Agustus 2007 sudah tiba di rumah saya. Lalu semalam saya membaca jadwal acara Astro tersebut, dan membuka jadwal untuk tanggal 11 Agustus 2007 (pertandingan pertama EPL 2007-2008). Ternyata masih disiarkan di Star Sport dan ESPN. Namun tidak seperti biasanya, yang sebelumnya ada nama tim yang bertanding, sekarang tidak ada. Hanya ada tulisan “EPL 2007-2008 Match” (kurang lebih seperti itu). Dan asumsi saya dengan jadwal tersebut, kemungkinan televisi berbayar lainnya seperti Indovision dan Kabelvision akan tetap mendapat siaran EPL tersebut melalui channel Starsport dan ESPN. Tetapi sampai saat ini belum ada kepastian apakah televisi lokal akan menyiarkan? stasiun televisi lokal mana yang akan menyiarkan?. Belum ada berita dan kepastian sampai saat ini.
  • 3 Agustus 2007 – Trans7 mengambil siaran Liga Italia Serie A
  • 3 Agustus 2007 – Baru saja saya mendapat sms dari Andhika, yang isinya bahwa. Pihak Astro sudah konfirmasi penyiaran secara ekslusif untuk EPL 2007/2008. Dan Sabtu besok, 4 Agustus 2007, akan menandatangani kontrak di Malaysia.
  • 5 November 2007 – LaTivi mendapat “pembagian” hak siaran dari pihak Astro. Tetapi hanya disiarkan 1 pertandingan setiap hari sabtu, jam 21:00 atau 22:00.

    Written by Naif Al'as

    Tuesday, 3 July 2007 at 13:31

    Tertahan Diangka Lima

    with 4 comments

    Tidak ada alasan untuk tidak mengakui kekalahan Liverpool FC dari AC Milan pada final UEFA Champions League (UCL) 2006/2007. Liverpool tunduk dengan skor 1-2 dari AC Milan. Dengan demikian Liverpool FC tetap tertahan diangka lima pada koleksi juara UCL (terakhir direbut pada tahun 2005). Pertandingan yang tidak seperti dugaan para pengamat ini berlangsung cukup menarik, dimana kedua tim tidak bermain bertahan (AC Milan?). Namun kalau saja ada sedikit saja keberuntungan yang dimiliki Liverpool FC, mungkin hasil akhir akan lain. Tapi sudahlah, inilah sepakbola, dimana ada yang menang dan ada yang kalah. Walaupun sekeras mungkin Liverpool FC menyerang AC Milan pada babak kedua setelah tertinggal 0-1 diakhir babak pertama dengan gol yang menurut saya sedikit kontroversial karena ada “bantuan” tangan Filippo Inzhagi ketika mencetak gol. Wasit tetap mensahkan gol tersebut, dan game on.

    Apapun hasil pertandingan dinihari tadi, tidak mengubah sedikitpun dukungan saya terhadap tim kebanggaan saya, yakni Liverpool FC. Saya pribadi harus menerima kekalahan tersebut walaupun berat hati ini untuk menerima. Malahan saya percaya kepada tim yang dikatakan sebagai “klub tradisional” oleh salah seorang pemain AC Milan dan ada juga yang menyebut tim ini sebagai klub kecil. Namun seperti kata sang kapten Steven Gerrard dengan nada menyindir, “prestasi yang cukup bagus untuk sebuah klub kecil yang bisa mencapai final UCL”. Dimana UCL sendiri adalah sebuah ajang kejuaraan paling tinggi antara klub-klub sepakbola Eropa.

    Secara keseluruhan, Liverpool FC bermain baik dinihari tadi. Hanya kurang sedikit keberuntungan saja. Dibabak kedua hampir sepanjang babak Liverpool mengurung AC Milan, yang berakibat cukup fatal ketika terus menerus menyerang dan akhirnya kecolongan oleh gol yang lagi-lagi dicetak oleh Inzaghi yang lolos dari perangkap offside. Dimenit 89, Liverpool FC memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui gol yang diciptakan oleh Dirk Kuyt (gol pertama dan terakhir dia dalam musim UCL 2006/2007). Perpanjangan waktu selama tiga menit juga tidak membantu, akhirnya AC Milan berhasil menjuarai UCL 2006/2007. Selamat untuk AC Milan.

    Titik terang menatap musim depan, permainan secara tim yang ditunjukkan Liverpool FC sudah sangat bagus. Tinggal yang dibutuhkan adalah sedikit keberuntungan dan penyerang yang memiliki naluri killer (>20 gol dalam semusim). Saya berharap musim depan akan lebih baik lagi, dan para pemain Liverpool FC tidak berlarut-larut dalam kepedihan akibat kalah di final UCL 2006/2007. Jalan masih panjang untuk dilalui dalam bisnis sepakbola. Lupakan kekalahan dan tatap masa depan gemilang bersama tangan dingin sang pelatih Rafael Benitez.

    Walk on with hope in your heart, and you’ll never walk alone.

    Written by Naif Al'as

    Thursday, 24 May 2007 at 12:49

    Selangkah Menuju Enam

    with 2 comments


    Tepat dua hari lagi menjelang menjelang final UEFA Champions League (UCL) 2006/2007 yang mempertemukan Liverpool FC (Inggris) dengan Ac Milan (Italia). Penulis sedikit merasa nervous menjelang pertandingan penting ini. Tim Liverpool FC yang menjadi andalan penulis akan berusaha memenangkan kembali piala UCL ini. Ajang ini juga menjadi ajang tanding ulang final UCL 2 tahun yang lalu, tepatnya musim 2004/2005, dimana Liverpool FC berhasil memenangkan pertandingan melalui drama adu penalti setelah tertinggal 0-3 terlebih dahulu di babak pertama. Namun dengan segala daya dan upaya yang tidak kenal menyerah akhirnya berhasil menyamakan keduduk menjadi 3-3 dalam waktu 6 menit dibabak kedua (lihat ilustrasi gambar). Dan pesan moral yang tercakup didalamnya adalah, seperti tulisan yang ada pada ilustrasi gambar diatas (Look At That Scoreboard And Never In Your Life Give Up), jangan pernah menyerah oleh keadaan kalau masih ada kesempatan. Itulah yang dilakukan oleh para pemain Liverpool FC ketika itu.

    Harapan penulis, Liverpool FC dapat mengulang kejayaan pada dua tahun yang lalu dengan merengkuh piala UCL untuk yang ke 6 kalinya pada tanggal 23 Mei 2007 di Athena, Yunani.

    You’ll Never Walk Alone.

    Ilustrasi gambar diambil dari account Photobucket milik saudara Iman.

    Written by Naif Al'as

    Monday, 21 May 2007 at 17:23