Naif Al’as | What Did I Write?

Pemikiran Amatir Seorang Naif

Archive for the ‘Opini’ Category

Cerita Dari Pesta Blogger 2007 & Kopdar Kampung Gajah

with 7 comments

Tulisan ini memang sudah terlambat. Seharusnya saya sudah menulis ini sejak 1 minggu yang lalu. Namun karena bermasalah dengan koneksi ke WordPress, maka tulisan ini baru hari ini saya buat.

Rupanya Pesta Blogger 2007 ini cukup berkesan untuk saya. Karena selain turut serta dalam acara yang besar untuk blogger Indonesia ini, saya juga bertemu muka dengan sebagian anggota dari Kampung Gajah, yaitu semua milis yang bernama Id-Gmail. Selama ini saya hanya tahu mereka melalui milis tersebut.

Alhasil, Pesta Blogger 2007 itu sendiri menjadi tambah heboh dengan kehadiran komunitas ini. Jumlah yang cukup banyak dibanding dengan komunitas lain yang datang, dan tentunya keceriaan yang sangat positif yang ditunjukkan oleh anggota dari Kampung Gajah ini.

Pesta Blogger 2007 dihadiri tidak kurang dari 470 orang, dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang datang dari negara tetangga. Diawali dengan pembukaan oleh ketua panitia PB 2007, Enda Nasution. Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Kominfo, M. Nuh. Setelah itu, berbagai macam session dilakukan, dari obrolan tentang iklim blog di Indonesia sampai dengan pemilihan blog-blog favorit.

Sore harinya, saya ikut berkopdar halal bi halal dengan Kampung Gajah ke rumah Heri di bilangan Tanah Abang. Jarak yang tidak begitu jauh di tempuh hanya dengan berjalan kaki oleh sebagian dari kami. Namun ada juga yang sial, karena harus tersasar ke tempat lain yang sebenarnya tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal Heri. Mungkin juga disebabkan oleh mis-komunikasi. Tapi sudahlah, saya tidak akan menyebut nama-nama mereka yang tersasar.
Di rumah tersebut dipenuhi oleh 30 orang Gajah-gajah (sebutan untuk anggota Kampung Gajah). Kami berkumpul sampai kira-kira pukul 19:00.

Setelah dari tempat Heri, kami (ada juga yang tidak) meluncur ke Apartement Semanggi di Slipi untuk makan. Saya yang kebetulan harus menghadiri resepsi teman pada pukul 20:00, harus berpisah setelah menunjukkan arah ke tempat tersebut kepada beberapa orang dalam 1 mobil. Setelah itu langsung pulang ke rumah, yang kebetulan tidak terlalu jauh.

Pulang kondangan, saya kembali ke tempat itu (Apt. Semanggi), tepatnya di kamar Pak Andika. Dan berkumpul kembali sampai tengah malam.

Terima kasih untuk panitia PB 2007 yang sudah bersusah payah untuk memfasilitasi acara ini. Serta terima kasih untuk Heri, Pak Andika dan seluruh anggota Kampung Gajah.

Sampai jumpa di Pesta Blogger berikutny (mudah-mudahan terselenggara kembali tahun depan).

Powered by ScribeFire.

Written by Naif Al'as

Tuesday, 6 November 2007 at 00:21

Definisi Ngejunk

with 3 comments

Ngejunk = Nge-sampah

Written by Naif Al'as

Monday, 3 September 2007 at 22:13

Posted in Opini, Sehari-hari

Akan Ada Marlboro Kretek Di Indonesia

with 7 comments

Menurut berita dari Bloomberg, akan ada Marlboro Kretek di Indonesia mulai tanggal 9 Juli 2007. Hal ini sedikit menarik, karena selama sepengetahuan saya, belum ada produk Marlboro yang kretek (terutama di Indonesia). Saya sebagai perokok Marlboro (Lights), tentunya sedikit penasaran untuk mencoba “seperti apa sih rasa Marlboro kretek ini?”. Dan dengan harga jual yang dipatok sebesar Rp. 7000.

Namun, kadar nikotin dan tar-nya besar sekali menurut saya. Kadar nikotin Marlboro kretek ini 1.8 mili gram dan kadar tar-nya sebesar 30 mili gram. Saya yang terbiasa dengan Marlboro Lights yang berkadar nikotin sebesar 0,8 mili gram dan tar sebesar 9 mili gram, mungkin akan terasa berat. Tapi untuk sekedar mencoba, boleh saja lah. Mudah-mudahan tidak membuat saya menjadi tambah kecanduan dalam merokok. Karena saya sendiri berusaha untuk mengurangi konsumsi rokok.

Seorang analis dari PT. First State Investment, Rezza Zulkasi, mengatakan bahwa ini adalah sebuah hal yang unik, mengejutkan, dan strategi yang bagus, dengan alasan bahwa orang Indonesia tertarik dengan merk internasional dengan rasa lokal.

Jadi, sepertinya memang strategi yang bagus dan unik untuk merebut pangsa pasar rokok kretek di Indonesia yang selama ini dikuasai oleh Gudang Garam International dan Djarum Super.

(via blog Enda Nasution)

Update:

  • 5 November 2007, Harga jual dipasaran Rp. 7.000,-
  • 5 November 2007, Saya kurang suka dengan rokok ini karena terlalu manis.

Written by Naif Al'as

Friday, 22 June 2007 at 18:24

Negara Tanpa Bendera

with 4 comments

Pernahkah Anda mendengar istilah “Negara Tanpa Bendera” yang berkembang di masyarakat ? Istilah tersebut ada karena melihat kondisi suatu tempat/daerah yang hampir tidak pernah terjamah oleh hukum resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maksudnya adalah, suatu tempat/daerah yang mana kejahatan atau kebebasan yang terjadi disana tidak pernah terlihat (pura-pura tidak lihat?) oleh penegak hukum .
Mungkin dibawah ini bisa saya tuliskan tempat-tempat yang menurut saya sebagai tempat Negara tanpa bendera.

1.   Jakarta Pusat,  sekitar pasar Tanah Abang

  • Banyak terjadi pungli (pungutan liar)
  • Tempat prostitusi (daerah Bongkaran)
  • Narkoba bebas beredar
  • Minuman keras bebas beredar seperti air mineral
  • dsb.

2.   Jakarta Barat, sekitar Kota

  • Prostitusi berkembang dengan marak
  • Perjudian yang “legal”
  • Salah satu pusat penjualan cd/vcd/dvd bajakan terbesar (Glodok & Mangga Dua)
  • Narkoba bebas beredar (yang terbanyak ada di diskotik)
  • dsb.

3.   Jakarta Timur, sekitar pasar / stasiun Jatinegara

  • Kendaraan umum ugal-ugalan
  • Kendaraan umum berhenti dan menunggu penumpang (ngetem) di sembarang tempat
  • Tempat prostitusi
  • Tempat Perjudian
  • dsb.

4.   Jakarta Utara, sekitar pelabuhan Tanjung Priok

  • Banyak pungutan liar
  • Salah satu gerbang masuknya barang-barang ilegal ke Jakarta
  • Berlakunya hukum rimba, siapa kuat dia menang
  • Tempat prostitusi
  • Tempat perjudian
  • Narkoba bebas beredar
  • dsb.

5.   Jakarta Selatan, sekitar Blok M

  • Narkoba bebas beredar
  • Tempat prostitusi
  • dsb.

Tempat-tempat di atas baru merupakan yang sepengetahuan saya saja, dan hanya di Jakarta saja. Bukan tidak mungkin daftar tersebut bertambah (Jakarta). Dan juga untuk di luar Jakarta, saya rasa banyak sekali tempat / daerah Negara tanpa bendera tersebut.

Kalau ada yang bisa menambahkan, nanti saya akan update tulisan ini.

Written by Naif Al'as

Monday, 11 June 2007 at 10:40

Posted in Kehidupan, Kritik, Opini

Teman Yang Baik, Lebih Dari Segalanya

with 11 comments

Setiap orang pasti mendambakan hidup yang tenang, tentram, sejahtera, dan sebagainya. Namun terkadang ada juga yang berdasarkan penilaian materi (uang, dan lain-lain). Sebenarnya, semua itu tidak cukup kalau kita hidup enak tapi dalam kesendirian. Yang kita butuhkan sebagai hal yang utama adalah memiliki teman yang baik untuk kita.

Teman yang baik akan memenuhi semua hal yang kita harapkan. Segala faktor yang berhubungan dengan hidup yang enak akan juga terpenuhi, karena dengan teman baik kita akan saling memenuhi. Teman baik itu bukan hanya sebagai teman saja, bisa juga suami atau istri kita. Bisa juga kalau kita sudah memiliki anak yang berusia dewasa, anak itu sebagai teman kita.

Semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi teman baik itu, utamanya adalah komunikasi. Dengan komunikasi itu kita bisa berinteraksi secara baik dengan orang yang menjadi teman baik kita. Dengan demikian, terciptalah kondisi seperti yang kita harapkan itu.

Namun jangan sampai salah memilih teman (terutama teman hidup). Salah-salah malah akan menjerumuskan kita kedalam lubang yang didalamnya kita terperangkap. Ketika kita sudah menyadari, bisa jadi hal itu sudah terlambat.

Apakah saya sudah menjadi teman baik untuk Anda?

Written by Naif Al'as

Monday, 28 May 2007 at 22:51

Membudayakan Sifat Malu

leave a comment »

Malu. Itu adalah salah satu sifat dalam diri manusia. Setiap manusia yang ada di dunia ini pasti memiliki sifat ini. Sifat malu ini selalu identik dengan sikap positif yang ditunjukkan manusia. Dengan adanya sifat malu ini maka manusia seperti mendapat penyaring filter dalam melakukan sesuatu bertindak. Sayangnya untuk para pejabat yang berkuasa di negeri ini, sifat malu ini belum menjadi suatu hal yang biasa. Bahkan cenderung kearah, istilah yang ada pada masyarakat, ‘sudah putusnya urat malu’.

Namun apapun, terkadang sifat malu ini juga bisa berdampak negatif. Seperti yang ditunjukkan oleh masyarakat Jepang. Orang Jepang sangat menjunjung tinggi sifat malu ini. Bahkan berita yang terakhir, Menteri Pertanian Jepang gantung diri satu jam menjelang pemberian keterangan mengenai skandal politik yang melibatkan menteri tersebut. Andai saja para pejabat di Indonesia bisa meniru ‘sikap’ ini (dalam hal yang lebih positif), alangkah indahnya iklam politik Indonesia.

Written by Naif Al'as

Monday, 28 May 2007 at 14:33

Wanita Dan Pakaian Ketat

with 6 comments

Maksud dari tulisan ini bukanlah untuk mendiskriminasikan seorang wanita, tapi bagaimana kita mencari jalan keluar dari permasalahan yang ditimbulkan apabila seorang wanita menggunakan pakaian ketat. Saya telah mengamati hal ini dari berbagai sudut ( termasuk dari sisi keluarga saya sendiri ).



Pada dasarnya wanita ingin dianggap lebih oleh lawan jenisnya. Mereka merasa akan lebih yakin jika lawan jenisnya memperhatikan mereka apabila mereka sedang berjalan. Namun disadari atau tidak cara berpakaian mereka yang ketat dapat menimbulkan masalah.



Masalah-masalah yang dapat ditimbulkan dari hal itu adalah salah satunya timbulnya niat jahat dari orang lain. Dengan berpakain ketat, berarti secara langsung atau tidak langsung berarti mengundang kejahatan ke dalam diri mereka. Mungkin kita sering baca di koran-koran atau melihat di televisi tentang banyaknya kasus pelecehan atau pemerkosaan terhadap wanita. Di salah satu acara di televisi, ada kata-kata penting yang sering diucapkan, yaitu, “Kejahatan terjadi bukan karena hanya niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan”.

Dari kata-kata itu harusnya para wanita juga memperhatikan hal tersebut, bukannya justru mengundang kejahatan datang, salah satunya dengan menggunakan pakaian ketat.



Adapun hal lainnya adalah perasaan risih dari wanita tersebut, disadari atau tidak, terkadang juga suka timbul. Mengapa perasaan itu timbul ?, yang harus di perhatikan adalah KARENA PARA WANITA MEMAKSAKAN DIRI UNTUK MEMAKAI PAKAIAN KETAT. Karena untuk mengikuti tren mode yang ada. Memang sih. tidak ada salahnya apabila wanita mnegikuti tren mode, tetapi jika hal itu merupakan suatu keterpaksaan (tidak disadari)maka itu adalah suatu kerugian.



Dari segi psikologi, para wanita juga bersifat setengah-setengah, maksudnya adalah mereka itu mau berpakain ketat, tetapi tidak mau orang lain (lawan jenis) untuk melihat bagian tubuhnya jikalau pakaian mereka sedikit terangkat dibagian belakang, maka secara tidak sengaja orang yang duduk dibelakang mereka akan melihat, tetapi mereka buru-buru menutupinya ( walaupun hanya sebentar, karena akan terangkat lagi ). Itu artinya mereka masih setengah-setengah ( mau pakai pakaian ketat tetapi tidak mau menerima resiko apabila terangkat ). Kalau begitu mendingan sekalian saja mereka tidak memakai pakaian ketat, maka dengan itu mereka juga akan terbebas dari perasaan-perasaan was-was tadi.



Pesan dari saya, janganlah terlalu mengikuti mode (mode orang barat) jika kita masih ada perasaan risih ( setengah-setengah ). Karena mereka (orang barat) memang terbiasa hidup bebas, sehingga pakaian ketat tidak membuat risih mereka dan mereka bersikap cuek-cuek saja.



Demikianlah tulisan ini saya buat, maksud dari tulisan ini adalah menjadi sarana untuk intropeksi dan sekaligus KRITIK. Marilah kita membangun diri kita menjadi lebih baik lagi.

Terima kasih atas perhatiannya.



Tulisan ini adalah tulisan lama saya (sekitar tahun 2004, persisnya saya lupa). Tulisan ini juga pernah saya masukkan ke beberapa forum, baru teringat kemarin untuk memasukannya ke blog ini. Kalo ada saran dan kritik atas tulisan ini, sampaikan langsung melalui blog ini juga. Saya sangat mengharapkan saran dan kritik dari kawan-kawan dan para pembaca. Terima kasih.

Written by Naif Al'as

Thursday, 24 May 2007 at 13:22