Naif Al’as | What Did I Write?

Pemikiran Amatir Seorang Naif

Archive for the ‘Sehari-hari’ Category

Breaking News, HM Soeharto Meninggal Dunia

with 3 comments

Mantan Presiden RI pertama kedua, HM Soeharto, meninggal dunia pada pukul 13:10 WIB. Seperti yang diberitakan paling pertama di Metro TV.

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ

Innalillahi wa innalillahi roji’un.

Written by Naif Al'as

Sunday, 27 January 2008 at 13:45

Poliandri Vs Poligami

with 17 comments

POLIANDRI or POLIGAMI

Waktu itu lagi asiik ngbrol ama temen gue, cewek
yang rencananya mau nikah bulan2 ini …
sampe akhirnya ngomongin tentang poligami ….
komentarnya memang agak nyebrang … malahan jadi
ngebahas poliandri…..

katanya gini nih …

“Menurut daku, yang diperlukan oleh seorang
anak bukanlah siapakah
lelaki yang menyumbangkan seciprat sperma untuk
membuat dirinya, tapi
siapakah yang berperan sebagai sosok seorang ayah
sesungguhnya dalam pertumbuhannya.

Justru dengan sistem 4 ayah 1 ibu, anak-anak
diuntungkan karena lebih banyak yang melindungi mereka jika ada apa-apa.
Bahkan mungkin ada baiknya jika ke-empat ayah tersebut mengatur shift
kerja mereka sehingga setidaknya ada 1 ayah yang selalu berjaga di rumah
setiap saat. Menjaga keluarga dari marabahaya. (Misal: Kalau ada
perampok yang masuk rumah, setidaknya ada seorang lelaki dewasa yang akan
melindungi ibu dan anak-anaknya)

Selain itu, 4 ayah berarti adanya 4 tulang
punggung keluarga. (EMPAT saudara-saudara! ! E-M-P-A-T!! bukan 1 atau 2 atau
3, tapi EMPAT sumber pemasukan keluarga!!) Jadi secara keseluruhan,
kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik.

Biaya perawatan anakpun lebih terjamin. Jika yang
1 terkena PHK, masih ada 3 lainnya yang bekerja. Tentunya yang terkena
PHK itu juga akan merasa gengsi dan malu terhadap 3 suami lainnya,
sehingga ia akan berusaha mendapatkan kerja secepatnya.

Poliandri juga baik untuk mengurangi jumlah
penduduk. Sebab, walaupun ada 4 pejantan yang siap membuahi, tapi pabrik
anaknya cuma 1!! Jadinya ya dalam jangka panjang akan mengurangi jumlah
penduduk dan anak-anak yang dibuat pun diharapkan lebih “berkualitas”
.. (Ya itulah, karena biaya perawatan anak datang dari 4 sumber
pemasukan) Intinya: turunkan kuantitas, naikkan kualitas!!

Kalau poligami bisa mengakibatkan persaingan di
antara para istri dan anak-anaknya, poliandri mungkin bisa memberikan
efek perdamaian. Sebab pada saat seorang anak tidak jelas siapa ayahnya
(Pokoknya di antara 4 itu! Eh, diluar 4 itu juga bisa ding), maka para
ayah akan tetap memberikan perhatian kepada si anak. Masing-masing
ayah akan menganggap anak tersebut adalah anaknya. (Kalau di
poligamikan, bisa ada resiko setiap anak membangga-banggakan ibunya doang dan
menjelekkan ibu dari anak yang lain)

Para ayah tersebut punya teman untuk ngobrol malam-malam, teman
untuk main catur, main panco (Kalau mau juga bisa buat
turnamen kecil- kecilan) ataupun main kartu (Pas 4 orang! Cocok
buat maen capsa, maen mahjong juga bisa). Nonton bola di rumah pun
menjadi lebih semarak!

Dengan sistem 4 suami pula para pria bisa belajar
menekan rasa egoisnya dengan saling berbagi, bertoleransi dan bersabar.
Ingat, Tuhan suka orang sabar.

Rewelnya istri pun menjadi lebih berkurang.
Bayangkan jika seorang suami punya 4 istri. Maka dalam 24 jam, akan ada 4 orang
istri yang berpotensi untuk mengomel dan mengeluh di kuping suami. Tapi
JIKA 4 suami 1 istri, maka rata-rata kemungkinan masing-masing suami
di-rese- in istri adalah maksimal 6 jam sehari. (Dengan asumsi ngawur bahwa
sang istri mengomel selama 24 jam non-stop)

Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika umur
harapan hidup pria lebih pendek. Jadi, setidaknya jika seorang suami mati,
sang istri tidak akan langsung menjadi janda, masih ada 3 orang suami
yang menemani.
Sementara jika sang istri yang mati, maka para
suami bisa memilih untuk segera kawin lagi atau menjomblo. (Point bebek di
sini: Kalau seorang wanita menjadi janda, maka ia lebih sulit untuk
mencari suami daripada seorang duda mencari istri)

Sekarang mari kita tinjau dari sudut seksualitas.
Sudah menjadi keluhan umum di rubrik konsultasi kalau banyak wanita
gagal mencapai orgasme karena suami cepat selesai atau tidur begitu saja
setelah mencapai puncak. Padahal pada umumnya, wanita itu lebih
lambat panas daripada pria.

Nah. dengan adanya 4 suami, maka suami-suami
tersebut bisa ber- estafet ria. Jika istri lambat panas dan blum panas-panas
juga, maka jangan kuatir, masih ada rekan anda yang akan meneruskan
perjuangan membawa istri menuju ke puncak kenikmatan. (Menuju puncak,
gemilang cahaya, mengukir cinta, SEJUTA RASA.. Kyaaaaaaa.!! )

Poliandri secara sekilas juga sesuai dengan kodrat
seks manusia. Laki-laki pada umumnya hanya dapat orgasme 1 kali lalu
keabisan tenaga,sementara wanita bisa orgasme berkali-kali, bahkan
organ seksualnyapun tidak usah membutuhkan persiapan terlalu banyak
seperti halnya laki-laki. ( Kan
harus nungguin Joy-sticknya berdiri dulu.)

Jika wanita berhalangan pun (Entah apapun
alasannya.), laki-laki bisa dengan mudah swalayan karena organ seksnya terbuka
dan menggantung di luar tubuh. (Tidak seperti perempuan yang organnya
lebih tersembunyi, jadi lebih ribet kalau mau swalayan)

Akhir kata, saya menyimpulkan (lagi-lagi) secara
SEPIHAK bahwa poliandri “lebih baik” daripada poligami.”

Nah loh …………
Ada pepatah mengatakan ;

” Laki2 seperti botol coca cola : biar isi
berceceran dimana2 yang penting botol dipulangin”.

” Perempuan seperti kulkas : biarpun gak
kemana2, tapi dpt menyimpan beberapa botol sekaligus di dalam nya”.

PS: Didapat dari mailing list lapanpuluhan (80an), tanpa diedit.

Update, 6 Maret 2008:

Artikel ini milik bebekrewel.com. Terima kasih atas koreksi yang punya artikel.

Written by Naif Al'as

Friday, 25 January 2008 at 13:08

Posted in Humor, Sehari-hari

Politik Tempe/Tahu

with 3 comments

Tempe/tahu makanan utama sebagian rakyat (terutama yang di pulau Jawa). Hati-hati pemerintah, kalian bisa kesandung karena masalah kedelai ini. Rakyat bisa mengamuk kalau sampai urusan perut yang paling akhir menghilang dari peredaran karena mahalnya bahan dasar pembuatan tempe/tahu.

Written by Naif Al'as

Tuesday, 15 January 2008 at 13:06

Cerita Dari Pesta Blogger 2007 & Kopdar Kampung Gajah

with 7 comments

Tulisan ini memang sudah terlambat. Seharusnya saya sudah menulis ini sejak 1 minggu yang lalu. Namun karena bermasalah dengan koneksi ke WordPress, maka tulisan ini baru hari ini saya buat.

Rupanya Pesta Blogger 2007 ini cukup berkesan untuk saya. Karena selain turut serta dalam acara yang besar untuk blogger Indonesia ini, saya juga bertemu muka dengan sebagian anggota dari Kampung Gajah, yaitu semua milis yang bernama Id-Gmail. Selama ini saya hanya tahu mereka melalui milis tersebut.

Alhasil, Pesta Blogger 2007 itu sendiri menjadi tambah heboh dengan kehadiran komunitas ini. Jumlah yang cukup banyak dibanding dengan komunitas lain yang datang, dan tentunya keceriaan yang sangat positif yang ditunjukkan oleh anggota dari Kampung Gajah ini.

Pesta Blogger 2007 dihadiri tidak kurang dari 470 orang, dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang datang dari negara tetangga. Diawali dengan pembukaan oleh ketua panitia PB 2007, Enda Nasution. Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Kominfo, M. Nuh. Setelah itu, berbagai macam session dilakukan, dari obrolan tentang iklim blog di Indonesia sampai dengan pemilihan blog-blog favorit.

Sore harinya, saya ikut berkopdar halal bi halal dengan Kampung Gajah ke rumah Heri di bilangan Tanah Abang. Jarak yang tidak begitu jauh di tempuh hanya dengan berjalan kaki oleh sebagian dari kami. Namun ada juga yang sial, karena harus tersasar ke tempat lain yang sebenarnya tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal Heri. Mungkin juga disebabkan oleh mis-komunikasi. Tapi sudahlah, saya tidak akan menyebut nama-nama mereka yang tersasar.
Di rumah tersebut dipenuhi oleh 30 orang Gajah-gajah (sebutan untuk anggota Kampung Gajah). Kami berkumpul sampai kira-kira pukul 19:00.

Setelah dari tempat Heri, kami (ada juga yang tidak) meluncur ke Apartement Semanggi di Slipi untuk makan. Saya yang kebetulan harus menghadiri resepsi teman pada pukul 20:00, harus berpisah setelah menunjukkan arah ke tempat tersebut kepada beberapa orang dalam 1 mobil. Setelah itu langsung pulang ke rumah, yang kebetulan tidak terlalu jauh.

Pulang kondangan, saya kembali ke tempat itu (Apt. Semanggi), tepatnya di kamar Pak Andika. Dan berkumpul kembali sampai tengah malam.

Terima kasih untuk panitia PB 2007 yang sudah bersusah payah untuk memfasilitasi acara ini. Serta terima kasih untuk Heri, Pak Andika dan seluruh anggota Kampung Gajah.

Sampai jumpa di Pesta Blogger berikutny (mudah-mudahan terselenggara kembali tahun depan).

Powered by ScribeFire.

Written by Naif Al'as

Tuesday, 6 November 2007 at 00:21

Pesta Blogger 2007, Pestanya Blogger Indonesia

with one comment

Sabtu besok, 27 Oktober 2007, para blogger Indonesia akan ikut serta dalam suatu hajatan besar antar blogger berskala Nasional. Yang bertempat di Blitz Megaplex, di kawasan Bundaran HI, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Saya sudah melakukan reservasi via email ke pihak panitia Pesta Blogger 2007. Dan untuk registrasi ulang, harus datang sepagi mungkin kesana. Karena antusias para blogger Indonesia yang besar, namun tidak berimbang dengan ketersediaan tempat. Hal itu bisa dimaklumi. Kapasitas tempat hanya 500 orang, namun jumlah peminat lebih banyak dari kapasitas yang ada.

Acara itu sendiri akan dimulai sekitar pukul 10:00 WIB sampai dengan pukul 15:00 WIB.
Khusus untuk warga Kampung Gajah, acara mungkin akan dilanjutkan dengan halal bi halal Kampung Gajah yang bertempat di rumah salah satu warga, Hericz, dikisaran Tanah Abang.

Sampai bertemu di Pesta Blogger 2007!

Written by Naif Al'as

Friday, 26 October 2007 at 18:51

Definisi Ngejunk

with 3 comments

Ngejunk = Nge-sampah

Written by Naif Al'as

Monday, 3 September 2007 at 22:13

Posted in Opini, Sehari-hari

BRTI: “Kami Sedang Membuat Kebijakan Perihal Sms Premium,Spam, dan Kejahatan”

with 9 comments

Saya pernah kirim komplain keluhan mengenai sms spam dari operator seluler di Indonesia kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) via situs BRTI.

—–Original Message—–
From: brtiorid@brti.or.id [mailto:brtiorid@brti.or.id]
Sent: 19 Juni 2007 17:56
To: info@brti.or.id
Subject: [ Keluhan ]

Pengirim : Naif

Email : naifmuh.alas@yahoo.com

Saya pengguna ESIA dan TELKOMSEL (Simpati)

Mengenai Spam sms yang dikirimkan oleh operator seluler, baik gsm maupun cdma tersebut. Hal ini sudah masuk ke tahap keterlaluan, dalam 1 hari itu bisa sampai 5 sms per operator. Saya sebagai konsumen merasa hak-hak saya dilecehkan, karena menurut saya ini masalah privasi yang diabaikan oleh pihak operator. Saya sudah mencoba untuk menelpon ke CSO dari masing-masing operator untuk menghentikan sms-sms sampah yang dikirimkan setiap hari, namun sampai detik ini, masih saja dikirimkan. Sebenarnya bukan saya saja yang merasa jengkel dengan ulah operator, sudah banyak yang jengkel. Contoh terbaru ada di http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=2769 Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Saya mohon kepada BRTI sebagai regulator yang memiliki wewenang untuk menindak operator.

Saya sebagai konsumen tidak berdaya diperlakukan semena-mena oleh operator.

Dan apakah ada regulasi untuk menegur operator dalam masalah sms sampah ini?

Saya mengharapkan mendapat jawaban dari BRTI secepatnya. Terima kasih

Naif Muh. Al’as

Dan mendapatkan jawaban dari pihak BRTI setelah 2 minggu kemudian.

Terima kasih telah menghubungi BRTI.

Saat ini BRTI dalam proses tahap pembuatan kebijakan perihal SMS Premium dan layanan SMS Spam atau threat/kejahatan. BRTI melakukan koordinasi baik internal departemen juga eksternal dengan pihak-pihak terkait. Semoga dalam waktu dekat akan segera dapat berhasil guna menjadi sebuah Peraturan Menteri.

Salam,

info@brti.or.id

Walaupun cukup lama mendapatkan balasan dari BRTI. Tapi cukuplah untuk saya, karena dengan membalas keluhan saya, berarti BRTI tidak men-cuek-an masukan/kritik tentang operator dari para pengguna seluler di Indonesia.

Sekarang kita tunggu saja realisasi mengenai regulasi yang sedang dipersiapkan oleh BRTI mengenai sms spam tersebut.

Written by Naif Al'as

Monday, 9 July 2007 at 18:21